Sabtu, 06 Oktober 2012

Penyerahan Diri Kepada Bunda Maria

Mat 16:19 Keys  to the Kingdom of God Doa-Doa Kepada Bunda Maria


Kidung MariaPuji Syukur, 1992, No. 18
Aku mengagungkan Tuhan
   hatiku bersukaria karena Allah Penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,
   hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut yang bahagia,
   oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa,
   kuduskanlah nama-Nya.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,
   dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya.
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,
   yang hina dina diangkat-Nya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,
   orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong.
Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,
   Allah telah menolong Israel hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,
   untuk selama-lamanya.
Kemuliaan ...

Malaikat TuhanPuji syukur, 1992, No. 15
Maria diberi kabar oleh Malaikat Tuhan,
   bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus.
Salam Maria ...
Aku ini hamba Tuhan,
   terjadilah padaku menurut perkataanmu.

Salam Maria ...

Sabda sudah menjadi daging,
   dan tinggal di antara kita.
Salam Maria ...

Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah,
    supaya kami dapat menikmati janji Kristus.
Doa:
Ya Allah, karena kabar malaikat kami mengetahui bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia; curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya karena sengsara dan salib-Nya, kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami. Amin

Litani Jiwa Maria
Jiwa Maria, sucikanlah aku.
Hati Maria, nyalakanlah aku.
Tangan Maria, sanggahlah aku.
Kaki Maria, pimpinlah aku.
Bibir Maria, berkatalah padaku.
Duka cita Maria, kuatkanlah aku.
O Maria yang manis, dengarkanlah aku.
Janganlah mengizinkan aku terpisah darimu.
Terhadap musuh-musuhku, belalah aku.
Tuntunlah aku kepada Yesus yang manis. Semoga bersama dikau, aku dapat mencintai dan mengasihi sesamaku, dan memujimu untuk selama-lamanya. Amin

Doa Penyerahan Kepada MariaMadah Bakti, 1991, No. 52
Santa Maria, Bunda Tuhan kami Yesus Kristus, engkaulah Ratu dunia termulia. sudilah engkau menjadi ratu kami semua. Tunjukanlah kepada kami jalan menuju kesucian dan bimbinglah kami supaya jangan tersesat.
Kuasailah budi kami, supaya kami hanya mencari yang benar.
Kuasailah kehendak kami, supaya kami hanya menginginkan yang baik.
Kuasailah hati kami, supaya kami saling mengasihi sebagi saudara.
Kuasailah diri kami masing-masing dan segenap anggota keluarga.
Kuasailah segenap warga masyarakat, segala bangsa dan pembesar-pembesar dunia.
Sudilah engkau menjadi tali pengikat mereka semua dalam persatuan yang teguh.
Kuasailah seluruh umat manusia.
Bukakanlah jalan iman bagi mereka yang belum mengenal Putramu, Yesus.
Bantulah agar segala bangsa bersatu padu, hidup rukun dan damai.
Naungilah seluruh umat manusia, lebih-lebih yang dianiaya dan dikejar-kejar.
Tabahkanlah mereka di dalam penindasan dan terangilah mereka di dalam kegelapan, agar tetap setia kepada Yesus, Puteramu.
Hantarlah semua permohonan kami kepada Putramu, sang Maharaja kerajaan damai, tempat setiap doa permohonan dikabulkan, setiap beban hati diringankan dan segala kelemahan disembuhkan.
semoga orang yang mengenal kekuasaan-Nya dan menaruh harapan pada-Nya. sekali waktu melihat kemegahan kerajaan Putramu, yang bersama Bapa dan Roh Kudus hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin

Litani Bunda MariaMadah Bakti, 1991, No. 53
Tuhan kasihanilah kami
   Tuhan kasihanilah kami
Kristus kasihanilah kami
   Kristus kasihanilah kami
Tuhan kasihanilah kami; Kristus dengarkanlah kami
   Kristus kabulkanlah doa kami
Allah Bapa di surga,                                                  kasihanilah kami.Allah Putra Penebus dunia,
Allah Roh Kudus,
Allah Tritunggal Mahakudus, Tuhan Yang Maha Esa,
Santa Maria,                                    terpujilah engkau ya BundaEngkau pendoa kami di surga,
Engkau penuh rahmat,
Tuhan selalu besertamu,
Engkau terpuji di antara wanita,
Engkau Bunda penebus dan Bunda kami,
Engkau percaya penuh pada kehendak Allah,
Engkau perawan yang tetap murni,
Engkau mengikuti Yesus di jalan salib-Nya,
Engkau diangkat ke surga,
Engkau dimuliakan Allah,
Engkau dimuliakan dari abad ke abad,
Engkau ratu para rasul,
Engkau ratu para malaikat dan orang kudus,
Engkau ratu yang sungguh merakyat,
Engkau telah mematahkan kekuasaan setan,
Engkau tidak menghukum kesalahan kami,
Engkau selalu memberi dengan murah hati,
Engkau selalu mengabulkan permohonan kami,
Engkau selalu menyemangati yang kecil hati,
Engkau penghibur orang yang sakit,
Engkau sumber segala rahmat,              dengarkanlah kami ya Bunda.
Engkau harapan para pendosa,
Engkau pelindung Gereja dari bahaya,
Engkau memahami kelemahan kami,
Engkau mendamaikan yang bermusuhan,
Persatukanlah yang tercerai berai,
Hatimu tergerak oleh derita kami,
Hatimu tergerak oleh derita kami,
Hatimu gelisah bila kami dalam godaan,
Hatimu menangis bila kami bersalah,
Hatimu cemas bila kami kurang berani,
Hatimu sedih bila kami kurang cinta,
Hatimu iba bila kami tidak bercita-cita,
Bila kami tak sanggup melaksanakan kehendak Allah,
Bila kami dibebani rasa bersalah,
Kuatkanlah mereka yang lemah imannya,
Kasihanilah mereka yang putus asa,
Nasihatilah mereka yang mengalami kegagalan,
Jagalah mereka yang ada dalam ancaman dosa,
Tunjukanlah jalan kepada yang tersesat,
Lunakanlah hati yang tidak bisa mengampuni,
Dampingilah mereka yang harus berjuang tanpa teman,
Dengarkanklah ratapan mereka yang menangis,
Segarkanlah mereka yang lapar dan haus,
Sadarkanlah kami bila terlena dalam kesenangan,
Bukalah hati kami bagi penderitaan sesama,
Nyalakanlah cinta sejati dalam hati kami,
Kuatkanlah kami dalam menjadi saksi Kristus,
Dampingilah kami pada saat mati,
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,
   sayangilah kami, ya Tuhan.
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,
   kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,
   kasihanilah kami.
Marilah berdoa:Allah yang Mahakuasa dan Maharahim, dalam diri Perawan Maria, Engkau telah memberi rakyat-Mu pelindung yang setia. Berilah agar dengan perlindungannya kami dapat melanjutkan perjuangan yang baik di dalam hidup ini dan mengamalkan cinta kasih-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

Jumat, 05 Oktober 2012

Ayat-ayat Mazmur

1 » Mazmur Asaf:suatu nyanyian.

2 » Ya Allah,janganlah engkau bungkam,janganlah berdiam diri dan janganlah berpangku tangan,ya Allah!

3 » sebab sesungguhnya musuh musuh mu ribut,orang orang yang membenci engkau meninggikan kepala.

4 » mereka mengadakan permufakatan licik melawan umat mu,dan mereka berunding untuk melawan orang orang yang kaulindungi.

5 » kata mereka:"marilah kita lenyapkan mereka sebagai bangsa,sehingga nama israel tidak diingat lagi!"

6 » sungguh,mereka telah berunding dengan satu hati,mereka telah mengadakan perjanjian melawan engkau:

7 » penghuni kemah kemah edom dan orang Ismael,moab dan orang Hagar,

8 » gebal dan Amon dan Amalek,filistea beserta penduduk Tirus,

9 » juga Asyur telah bergabung dengan mereka,menjadi kaki tangan bani lot.s e l a

10 » perlakukanlah mereka seperti sisera,seperti Yabin dekat sungai kison,

11 » yang sudah dipunahkan di En Dor,menjadi pupuk bagi tanah.

12 » buatlah para pemuka mereka seperti Oreb dan Zeeb,seperti Zebah dan salmuna semua pemimpin mereka,

13 » yang berkata:"marilah kita menduduki tempat tempat kediaman Allah"

14 » Ya Allahku,buatlah mereka seperti dedak yang berterbangan,seperti jerami yang ditiup angin!

15 » seperti api yang membakar hutan,dan seperti nyala api yang menghanguskan gunung gunung,

16 » kejarlah mereka dengan badaimu,dan kejutkanlah mereka dengan puting beliung mu;

17 » penuhilah muka mereka dengan kehinaan,supaya mereka mencari namamu,ya TUHAN!

18 » biarlah mereka mendapat malu dan terkejut selama lamanya;biarlah mereka tersipu sipu dan binasa,

19 » supaya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama TUHAN,yang mahatinggi atas seluruh bumi.

Senin, 13 Agustus 2012

CERPEN

Seragam

Lelaki jangkung berwajah terang yang membukakan pintu terlihat takjub begitu mengenali saya. Pastinya dia sama sekali tidak menyangka akan kedatangan saya yang tiba-tiba.

Ketika kemudian dengan keramahan yang tidak dibuat-buat dipersilakannya saya untuk masuk, tanpa ragu-ragu saya memilih langsung menuju amben di seberang ruangan. Nikmat rasanya duduk di atas balai-balai bambu beralas tikar pandan itu. Dia pun lalu turut duduk, tapi pandangannya justru diarahkan ke luar jendela, pada pohon-pohon cengkeh yang berderet seperti barisan murid kelas kami dahulu saat mengikuti upacara bendera tiap Isnin. Saya paham, kejutan ini pastilah membuat hatinya diliputi keharuan yang tidak bisa diungkapkannya dengan kata-kata. Dia butuh untuk menetralisirnya sebentar.

Dia adalah sahabat masa kecil terbaik saya. Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau hingga kembali beberapa tahun kemudian untuk menetap di kota kabupaten. Itu saya ceritakan padanya, sekaligus mengucapkan maaf karena sama sekali belum pernah menyambanginya sejak itu.

”Jadi, apa yang membawamu kemari?”

”Kenangan.”

”Palsu! Kalau ini hanya soal kenangan, tidak perlu menunggu 10 tahun setelah keluargamu kembali dan menetap 30 kilometer saja dari sini.”

Saya tersenyum. Hanya sebentar kecanggungan di antara kami sebelum kata-kata obrolan meluncur seperti peluru-peluru yang berebutan keluar dari magasin.

Bertemu dengannya, mau tidak mau mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya.

Malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Teplok yang menjadi penerang ruangan diletakkan di atas meja, hampir mendekat sama sekali dengan wajahnya jika dia menunduk untuk menulis. Di atas amben, ayahnya santai merokok. Sesekali menyalakan pemantik jika bara rokok lintingannya soak bertemu potongan besar cengkeh atau kemenyan yang tidak lembut diirisnya. Ibunya, seorang perempuan yang banyak tertawa, berada di sudut sembari bekerja memilin sabut-sabut kelapa menjadi tambang. Saat-saat seperti itu ditambah percakapan-percakapan apa saja yang mungkin berlaku di antara kami hampir setiap malam saya nikmati. Itu yang membuat perasaan saya semakin dekat dengan kesahajaan hidup keluarganya.

Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Sering memang saya mendengar anak-anak beramai- ramai berangkat ke sawah selepas isya untuk mencari jangkrik. Jangkrik-jangkrik yang diperoleh nantinya dapat dijual atau hanya sebagai koleksi, ditempatkan di sebuah kotak, lalu sesekali digelitik dengan lidi atau sehelai ijuk agar berderik lantang. Dari apa yang saya dengar itu, proses mencarinya sangat mengasyikkan. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu toh saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak.

”Tidak ganti baju?” tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat. Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Saya tahu, dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasanya sangat-sangat tidak elok.

”Tanggung,” jawabnya.

Sambil menggerutu tidak senang, saya mengambil alih obor dari tangannya. Kami lalu berjalan sepanjang galengan besar di areal persawahan beberapa puluh meter setelah melewati kebun dan kolam gurami di belakang rumahnya. Di kejauhan, terlihat beberapa titik cahaya obor milik para pencari jangkrik selain kami. Rasa hati jadi tenang. Musim kemarau, tanah persawahan yang pecah-pecah, gelap yang nyata ditambah angin bersiuran di areal terbuka memang memberikan sensasi aneh. Saya merasa tidak akan berani berada di sana sendirian.

Kami turun menyusuri petak-petak sawah hingga jauh ke barat. Hanya dalam beberapa menit, dua ekor jangkrik telah didapat dan dimasukkan ke dalam bumbung yang terikat tali rafia di pinggang sahabat saya itu. Saya mengikuti dengan antusias, tapi sendal jepit menyulitkan saya karena tanah kering membuatnya berkali-kali terlepas, tersangkut, atau bahkan terjepit masuk di antara retakan-retakannya. Tunggak batang-batang padi yang tersisa pun bisa menelusup dan menyakiti telapak kaki. Tapi melihat dia tenang-tenang saja walaupun tak memakai alas kaki, saya tak mengeluh karena gengsi.

Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Lidah api bergoyang menjilat wajah saya yang tengah merunduk. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya!

”Berguling! Berguling!” terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coklatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Saya menurut dalam kepanikan. Tidak saya rasakan kerasnya tanah persawahan atau tunggak-tunggak batang padi yang menusuk-nusuk tubuh dan wajah saat bergulingan. Pikiran saya hanya terfokus pada api dan tak sempat untuk berpikir bahwa saat itu saya akan bisa mendapat luka yang lebih banyak karena gerakan itu. Sulit dilukiskan rasa takut yang saya rasakan. Malam yang saya pikir akan menyenangkan justru berubah menjadi teror yang mencekam!

Ketika akhirnya api padam, saya rasakan pedih yang luar biasa menjalar dari punggung hingga ke leher. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya, sementara sebagian kainnya yang gosong menyatu dengan kulit. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan. Lalu dengan suara bergetar, dia mencoba membuat isyarat dengan mulutnya. Sayang, tidak ada seorang pun yang mendekat dan dia sendiri kemudian mengakui bahwa kami telah terlalu jauh berjalan. Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya di atas punggungnya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat. Sayang, sesampai di rumah bukan lain yang didapatnya kecuali caci maki Ayah dan Ibu. Pipinya sempat pula kena tampar Ayah yang murka.

Saya langsung dilarikan ke puskesmas kecamatan. Seragam coklat Pramuka yang melingkupi tubuh saya disingkirkan entah ke mana oleh mantri. Tidak pernah terlintas di pikiran saya untuk meminta kepada Ayah agar menggantinya setelah itu. Dari yang saya dengar selama hampir sebulan tidak masuk sekolah, beberapa kali dia terpaksa membolos di hari Jumat dan Sabtu karena belum mampu membeli gantinya.

”Salahmu sendiri, tidak minta ganti,” kata saya selesai kami mengingat kejadian itu.

”Mengajakmu saja sudah sebuah kesalahan. Aku takut ayahmu bertambah marah nantinya. Ayahku tidak mau mempermasalahkan tamparan ayahmu, apalagi seragam itu. Dia lebih memilih membelikan yang baru walaupun harus menunggu beberapa minggu.”

Kami tertawa. Tertawa dan tertawa seakan-akan seluruh rentetan kejadian yang akhirnya menjadi pengingat abadi persahabatan kami itu bukanlah sebuah kejadian meloloskan diri dari maut karena waktu telah menghapus semua kengeriannya.

Dia lalu mengajak saya ke halaman belakang di mana kami pernah bersama-sama membuat kolam gurami. Kolam itu sudah tiada, diuruk sejak lama berganti menjadi sebuah gudang tempatnya kini berkreasi membuat kerajinan dari bambu. Hasil dari tangan terampilnya itu ditambah pembagian keuntungan sawah garapan milik orang lainlah yang menghidupi istri dan dua anaknya hingga kini.

Ayah dan ibunya sudah meninggal, tapi sebuah masalah berat kini menjeratnya. Dia bercerita, sertifikat rumah dan tanah peninggalan orangtua justru tergadaikan.

”Kakakku itu, masih sama sifatnya seperti kau mengenalnya dulu. Hanya kini, semakin tua dia semakin tidak tahu diri.”

”Ulahnya?” Dia mengangguk.

”Kau tahu, rumah dan tanah yang tidak seberapa luas ini adalah milik kami paling berharga. Tapi aku tidak kuasa untuk menolak kemauannya mencari pinjaman modal usaha dengan mengagunkan semuanya. Aku percaya padanya, peduli padanya. Tapi, dia tidak memiliki rasa yang sama terhadapku. Dia mengkhianati kepercayaanku. Usahanya kandas dan kini beban berat ada di pundakku.” Terbayang sosok kakaknya dahulu, seorang remaja putus sekolah yang selalu menyusahkan orangtua dengan kenakalan-kenakalannya. Kini setelah beranjak tua, masih pula dia menyusahkan adik satu-satunya.

”Kami akan bertahan,” katanya tersenyum saat melepas saya setelah hari beranjak sore. Ada kesungguhan dalam suaranya.

Sepanjang perjalanan pulang, pikiran saya tidak pernah lepas dari sahabat saya yang baik itu. Saya malu. Sebagai sahabat, saya merasa belum pernah berbuat baik padanya. Tidak pula yakin akan mampu melakukan seperti yang dilakukannya untuk menolong saya di malam itu. Dia telah membuktikan bahwa keberanian dan rasa tanggung jawab yang besar bisa timbul dari sebuah persahabatan yang tulus.

Mata saya kemudian melirik seragam dinas yang tersampir di sandaran jok belakang. Sebagai jaksa yang baru saja menangani satu kasus perdata, seragam itu belum bisa membuat saya bangga. Nilainya jelas jauh lebih kecil dibanding nilai persahabatan yang saya dapatkan dari sebuah seragam coklat Pramuka. Tapi dia tidak tahu, dengan seragam dinas itu, sayalah yang akan mengeksekusi pengosongan tanah dan rumahnya.

Senin, 23 Juli 2012

ARTIKEL ILMIAH


ARTIKEL ILMIAH


PEMBERIAN FRAKSI AIR KULIT BUAH JERUK KEPROK (Citrus nobilis Lour.) TERHADAP
KADAR NITROGEN UREA DARAH
DALAM SERUM DARAH MENCIT
(Mus musculus) JANTAN
THE EFFECT OF WATER FRACTION OF CITRUS NOBILIS LOUR. PEELS TOWARD BLOOD UREA NITROGEN LEVELS IN THE BLOOD SERUM OF
MALE MICE (Mus Musculus)
    

Abstract


ABSTRACT

A lot of useful contents from the peels of Citrus nobilis Lour. such as alkaloid, flavonoid, polyphenols and hesperidin which can function as an antifertility. In addition, it  contains harmful content such as saponin which may damage the kidneys and  affect the excretion of urea in the blood. Purpose of this research is to detect influence distribution of water fraction of Citrus nobilis Lour. peels to blood urea nitrogen levels in blood serum of male mice (Mus musculus). This experiment used 24 male mice, randomly divided into four different treatment and six replicates each. Each treatment (P1: 40 mg/kg body weight, P2: 60 mg/kg body weight, P3: 80 mg/kg body weight respectively) administered water fraction Citrus nobilis Lour. 1 cc orally for 35 days, except in the control group (P0) who were treated with 1 cc of distilled water for 35 days. This research was analyzed using Completely Randomized Design and continued with Least Significant Difference Test with 5% significance level to know the different treatments. The Results showed there are significant differences of blood urea nitrogen levels in the four treatment groups (p <0.05), in cases there was increased in P1 treatment group but keep in the normal limit. There is no significantly differences on the remained groups (P2 & P3)

Key Words: water fraction of Citrus nobilis Lour. peels, Blood Urea Nitrogen (BUN) levels, antifertility

Menyetujui untuk dipublikasikan
Surabaya, 16 Juli 2010
Pemberian Fraksi Air Kulit Buah Jeruk Keprok (Citrus nobilis Lour.) Terhadap Kadar Nitrogen Urea Darah Dalam Serum Darah Mencit
(Mus musculus) Jantan

Abstrak

Terdapat banyak kandungan yang bermanfaat didalam kulit jeruk buah Citrus nobilis lour. yaitu berupa alkaloid, flavonoid, polifenol dan hesperidin yang dapat berfungsi sebagai antifertilitas. Selain itu, terdapat pula kandungan yang merugikan berupa saponin yang mungkin dapat merusak ginjal yang dapat mempengaruhi ekskresi urea di dalam darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian fraksi air kulit buah jeruk keprok (Citrus nobilis Lour.) terhadap kadar nitrogen urea darah dalam serum darah mencit (Mus musculus) jantan. Penelitian ini menggunakan sampel 24 ekor mencit jantan dibagi secara acak dalam 4 perlakuan dan masing-masing 6 ulangan. Masing-masing perlakuan (P1: 40 mg/kg BB, P2: 60 mg/kg BB, P3: 80 mg/kg BB) diberikan fraksi air Citrus nobilis Lour. secara oral 1 ml selama 35 hari, kecuali pada kelompok kontrol yang diberi perlakuan dengan aquadest 1 ml selama 35 hari. Penelitian ini dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf signifikan 5% untuk mengetahui perlakuan yang berbeda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kadar nitrogen urea darah terdapat perbedaan yang nyata pada keempat kelompok perlakuan (p<0.05), yaitu terjadi peningkatan yang nyata pada kelompok perlakuan P1 tetapi masih dalam batas harga normal. Dan terjadi perbedaan tidak nyata pada perlakuan P2 & P3
Kata Kunci: fraksi air kulit buah jeruk keprok (Citrus nobilis Lour.), Kadar nitrogen urea darah, antifertilitas
Pendahuluan

Tanaman Jeruk merupakan tanaman yang berkhasiat obat. Spesies jeruk melalui berbagai macam penelitian yang telah dilakukan diketahui mengandung berbagai macam bahan aktif dengan berbagai macam kegunaan. Kandungan tersebut antara lain berupa vitamin C, berbagai macam flavonoid serta minyak atsiri (Morris, 2004). Salah satu spesies tanaman jeruk yang banyak dibudidayakan dan memiliki tingkat konsumsi yang tinggi di Indonesia adalah Citrus nobilis Lour. atau jeruk keprok (Ashari, 1995). Kulit buah Citrus nobilis Lour.  mengandung berbagai macam komponen  yaitu vitamin A, vitamin C, limonene, citral, hesperidin, dan senyawa polifenol yang termasuk bahan inhibitor hialuronidase.
Hesperidin yang merupakan salah satu zat yang terkandung dalam kulit buah Citrus nobilis Lour. mempunyai berbagai macam aktifitas biologis, antara lain sebagai antioksidan, antiinflamasi, antialergi, hipolipidemia, serta dapat menghambat sintesis prostaglandin. Tringali (2001), dalam penelitianya menunjukkan bahwa  hesperidin juga mempunyai efek antikanker dengan menghambat azoxymethane (AOM) yang merupakan pencetus kanker usus pada tikus serta N-butyl-N-(4-hydroxy-butyl) nitrosamine yang merupakan pencetus kanker saluran kemih pada mencit. Pada penelitian lain, Hesperidin dapat mencegah penetrasi spermatozoa dalam proses fertilisasi in vitro (Prajogo dkk., 2002).
Berdasarkan data tersebut, Setiawan (2006) melakukan penelitian dengan menggunakan fraksi air kulit buah Citrus nobilis Lour. yang diberikan per oral pada mencit (Mus musculus) dengan dosis 100, 200, 300 mg/kg BB. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kulit buah Citrus nobilis Lour. dapat mengakibatkan hambatan proses penetrasi spermatozoa karena dapat menghambat aktifitas enzim hialuronidase spermatozoa mencit dalam proses dispersi lapisan cumulus oophorus ovum. Citrus nobilis Lour. mengandung hesperidin yang merupakan salah satu komponen dari senyawa flavonoid dan memiliki aktifitas sebagai inhibitor hialuronidase yang bisa memberikan efek antifertilitas apabila diberikan secara teratur, sehingga dapat digunakan sebagai bahan kontrasepsi (Li et al., 1997).
Namun demikian, penggunaan kulit buah Citrus nobilis Lour. secara teratur sebagai bahan kontrasepsi perlu dipertimbangkan karena dalam kulit buah Citrus nobilis Lour. juga terkandung senyawa yang merugikan yaitu saponin, yang dapat menyebabkan toksik dan urtikaria. Toksin saponin dikenal dengan sapotoksin, pada konsentrasi yang rendah sering menyebabkan hemolisis sel darah merah (Kam, 1989). Saponin jika dikonsumsi dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan kerusakan jaringan seperti lesi pada ginjal, nefrosis dan nekrosis tubulus proximal ginjal (Evans, 1992).
Gangguan fungsi ginjal menyebabkan laju filtrasi glomerulus menurun dan mengakibatkan ekskresi urea terganggu. Urea di filtrasi oleh glomerulus dan akan diekskresikan bersama urin (Bijanti, 2009). Peningkatan Nitrogen Urea Darah (BUN) umumnya menunjukkan reduksi pada fungsi ginjal (Horne dan Swearingen, 2001). Menurut Guyton and Hall (1997), Parameter kerusakan fungsi ginjal dapat diketahui dengan pemeriksaan kadar urea dalam darah atau serum (BUN), kadar kreatinin dalam serum, (Glomerolus Filtration Rate = GFR), clearence kreatinin, dan  clearence urea. Pada penelitian ini digunakan pemeriksaan BUN dengan alasan kerena kadar BUN menggambarkan keseimbangan antara pembentukan urea dan katabolisme protein serta ekskresi urea oleh ginjal (Wahyuni dan Bijanti, 2006). Ekskresi urea merupakan fungsi ginjal yang terpenting (Herper, 1983)
Maka berdasarkan uraian tersebut diatas, sebelum digunakan sebagai obat, bahan obat yang digunakan perlu dilakukan uji keamanan suatu bahan obat, karena menurut Depkes R.I (1994) untuk mengetahui kemungkinan adanya efek toksik setelah pemaparan zat kimia secara berulang dalam jangka waktu tertentu perlu dilakukan pengujian sehingga dapat diketahui efek sampingnya untuk organ tertentu. Uji tersebut dapat dilakukan dengan beberapa parameter hematologi, biokimia klinis, dan pemeriksaan histopatologi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai perubahan kadar Nitrogen Urea Darah dalam Serum Darah pada mencit jantan yang diakibatkan oleh pemberian fraksi air kulit buah Citrus nobilis Lour. yang dapat berfungsi sebagai bahan kontrasepsi, sebagai persyaratan efek keamanan obat.
Metode Penelitian
Pembuatan fraksi air kulit buah jeruk keprok (Citrus nobilis Lour.) dilaksanakan di Laboratorium Fitokimia Departemen Ilmu Bahan Alam Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Perlakuan dilaksanakan di kandang unit hewan coba Kampus C Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan sampel darah mencit (Mus musculus) jantan untuk mengetahui kadar Nitrogen Urea Darah dalam Serum Darah mencit (Mus musculus) jantan yang dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga.
Hewan percobaan yang digunakan adalah mencit (Mus musculus) jantan 24 ekor yang berumur 6 bulan dengan berat badan rata-rata 30 g. Sampel yang digunakan adalah serum darah 0,01 ml. Bahan yang digunakan terdiri dari: fraksi air kulit buah Citrus nobilis Lour., larutan NaOH 2N dan larutan HCl 2N untuk pembuatan fraksi air kulit buah Citrus nobilis Lour., pakan ayam yang berbentuk crumble untuk pakan mencit, Serum/plasma jernih,  Urease 40.000 U/L, Buffer EDTA pH 6,5, Reagen I, Reagen II.
Persiapan Hewan Coba
Sebelum penelitian dilakukan, mencit jantan (Mus musculus) diadaptasikan pada kandang selama 7 hari. Kemudian dibagi secara acak menjadi 4 kelompok yaitu satu kelompok kontrol (P0) dan tiga kelompok perlakuan (P1, P2, dan P3), masing-masing perlakuan dengan 6 ulangan. Sebelum diberi perlakuan hewan coba tersebut diadaptasikan dengan diberi pakan ayam yang berbentuk crumble dan minum secara ad libitum. Setelah diadaptasikan hewan coba mulai diberikan aquadest dan solusio fraksi air kulit buah Citrus nobilis Lour. per oral melalui sonde selama 35 hari.            
Pelaksanaan  Penelitian
Setelah mencit diadaptasikan selama 7 hari, kemudian dikelompokkan menjadi empat perlakuan yang berbeda:
1.                  P0         : Kontrol dengan Aquadest steril sebanyak 1 cc/ekor PO,
2.                  P1         : 40 mg/kg BB sebanyak 1 cc/ekor PO,
3.                  P2         : 60 mg/kg BB sebanyak 1 cc/ekor PO,
4.                  P3         : 80 mg/kg BB sebanyak 1 cc/ekor PO,
Dosis tersebut di atas mengacu pada dosis dalam penelitian Wulan, (2010), yang didasarkan pada penelitian Setiawan (2006) bahwa dengan dasar dosis 100 mg/kg BB tidak terjadi fertilisasi. Pemberian dilakukan setiap hari per oral dengan sonde selama 35 hari. Pada hari ke-36 setelah perlakuan, dilakukan pengambilan darah melalui jantung dengan cara memasukkan disposable syringe 1 ml. Sebelumnya terlebih dahulu mencit dikorbankan. Darah ditampung dalam tabung reaksi tanpa antikoagulan kemudian disentrifugasi dingin dengan kecepatan 5000 rpm selama 10 menit. Serum yang diperoleh dari hasil sentrifugasi digunakan sebagai sampel untuk pemeriksaan kadar Nitrogan Urea Darah.
Rancangan Penelitian dan Analisis Data
Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Dianalisis dengan uji F atau Analysis Of Variant (Anova). Jika terdapat pengaruh yang nyata, maka perhitungan dari masing-masing perlakuan akan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf signifikan 5% (Kusriningrum, 2008).
Hasil dan Pembahasan
Tabel 4.1 Rata-rata dan Simpangan Baku Kadar Nitrogen Urea Darah (BUN)       Mencit (Mus musculus) setelah perlakuan.
PERLAKUAN
Kadar (BUN) (mg/dl)
(x ± SD)
P3
12,908  ±  0,8509b
P2
 12,747  ±  1,1382bc
P1
15,05    ±  1,3386a
P0
 12,212  ±  2,2333bc
Keterangan : Superskrip yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan perbedaan yang nyata
            Perhitungan statistik dengan uji F terhadap kadar Nitrogen Urea Darah (BUN) menunjukkan  F hitung 3,55 lebih besar dari F tabel 3,10 pada taraf signifikan 5%. Berarti empat kelompok perlakuan terdapat perbedaan yang nyata (p < 0,05) terhadap kadar Nitrogen Urea Darah (BUN). Selanjutnya dilakukan uji BNT dengan taraf 5%. Pada uji BNT 5% ditunjukkan bahwa kelompok perlakuan P1 memberikan hasil tertinggi dan berbeda nyata (p < 0,05) dengan ketiga kelompok perlakuan yaitu P3, P2 dan P0. Sedangkan antara  kelompok perlakuan P0, P2, P3 terjadi perbedaan yang tidak berbeda nyata antara ketiganya. Berdasarkan hasil perhitungan statistik terhadap kadar Nitrogen Urea Darah (BUN) keempat kelompok perlakuan didapatkan rata-rata untuk perlakuan pemberian fraksi air Citrus nobilis Lour. 80 mg/kg BB (P3) sebesar 12,908 (mg/dl), perlakuan pemberian fraksi air Citrus nobilis Lour. 60 mg/kg BB (P2) sebesar 12,747 (mg/dl), perlakuan pemberian fraksi air Citrus nobilis Lour. 40 mg/kg BB (P1) sebesar 15,05 (mg/dl) dan perlakuan kontrol (P0) sebesar 12,212 (mg/dl). Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan Uji F menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata diantara keempat perlakuan.
Pada kelompok perlakuan P1 (dosis terkecil) dihasilkan kadar BUN paling tinggi, sebaliknya pada kelompok perlakuan dengan dosis yang lebih tinggi (P2 dan P3) kadar BUN tidak berbeda secara nyata dengan kontrol (P0). Hal ini mungkin disebabkan karena serum darah yang lisis akibat kesalahan pada saat sentrifugasi sehingga menyebabkan kenaikan kadar BUN yang berbeda nyata diantara empat kelompok perlakuan. Selain itu adapun hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kenaikan kadar BUN yaitu perdarahan pada gastrointestinal, dehidrasi, meningkatnya intake protein, meningkatnya katabolisme protein, infeksi sistemik, dan terapi menggunakan kortikosteroid (Kher, 1992). Dehidrasi atau shok dapat berakibat jumlah urea yang dikeluarkan akan menurun sehingga kadar urea dalam sirkulasi darah menjadi meningkat (Wahjuni dan Bijanti, 2006). Meskipun hasil menunjukkan P1 berbeda nyata terhadap kelompok perlakuan lain (P0, P2 dan P3), tetapi kadar BUN masih dalam batas harga normal. Harga normal BUN yaitu berkisar 11,9 – 28,0 mg/dl. Kadar BUN setelah pemberian fraksi air kulit buah Citrus nobilis Lour. berkisar antara 12,75 – 15,05 mg/dl. Dengan kata lain, fraksi air kulit buah Citrus nobilis Lour. tidak menimbulkan gangguan pada fungsi ginjal.
Hasil tersebut didukung dengan laporan Agustina (2010) yaitu bahwa secara histopatologi pemberian fraksi air kulit buah Citrus nobilis Lour. dengan dosis 40 mg/ kg BB, 60 mg/ kg BB dan 80 mg/ kg BB relatif aman. Perubahan-perubahan yang terjadi pada gambaran mikroskopik ginjal mencit (Mus musculus) jantan yaitu kongesti dan degenerasi masih dalam tahap ringan dan bersifat reversibel jika penyebabnya dihilangkan.
Kesimpulan                                                                           
Dapat disimpulkan bahwa Pemberian fraksi air kulit buah Citrus nobilis Lour. tidak meningkatkan kadar Nitrogen Urea Darah karena kadar BUN masih dalam batas harga normal (11,9-28 mg/dl), dengan hasil tertinggi didapat pada perlakuan P1 (15,05 mg/dl).
Daftar Pustaka
Agustina, P. 2010. Pengaruh Pemberian Fraksi Air Kulit Buah Jeruk Keprok (Citrus nobilis Lour.) Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Mencit (Mus musculus) Jantan. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Surabaya.

Ashari, S. 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press). Jakarta. 310-312.

Bijanti, R. 2009. Bahan Ajar Patologi Klinik Veteriner, Kimia Klinik Veteriner. Edisi Pertama. Departemen Kedokteran Dasar Veteriner. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Surabaya

Depkes R.I. 1994. Prosedur Operasional Baku Uji Toksisitas. Pusat Pemeriksaan Obat dan Makanan WHO Collaborating Centre for Quality Assurance Essential Drugs. Depkes R.I. Jakarta

Evans. 1992. Farmacognosy. 13 Edition. Baillierre Tindall. Philadelpia. London. 480-484.

Guyton, A.C. and Hall, J.E. 1997. Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Penerbit Buku Kedokteran ECG. Jakarta. 417-430.
Herper, H.A. 1983. Review of Biochemistry. Diterjemahkan oleh Adji Dharma. CV. ECG. Penerbit. Buku Kedokteran. Jakarta. 437-451.

Horne dan Swearingen. 2001. Keseimbangan Cairan, Elektrolit, dan Asam Basa. Edisi 2. Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 38, 46.

Kam, O.N. 1989. Zat-Zat Toksik yang Secara Alamiah Ada pada Bahan Makanan Nabati. Cermin Dunia Kedokteran No 58. http://www.kalbe.co.id. 30 Juli 2009.
Kher, K.K. 1992. Evaluation of Renal Function. Clinical Pediatric Nephrology. New York : McGraw-Hill. 3-22.
Kusriningrum, RS. 2008. Buku Ajar Perancangan Percobaan. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Penerbit Dani Abadi. Surabaya.

Li, M.W., AI., Yudin, V., Voort. K., Sabeur, P., Primakoff, and J.W. 1997. Inhibition of Monkey Sperm Hyaluronidase Activity and Heterologous Cumulus Penetration by Flavonoid In: Biol. Repord., 56:6, 1383-1389
Morris, R.,  2004. Citrus spp. http://www.pfaf.org/database/plants.php?citrus+spp. 30 juni 2010
Prajogo, D.E.W., Widjiati, dan Mulyadi, T. 2002. Pengaruh Fraksi Polifenol Gendarussa vulgaris Nees pada Penurunan aktivitas Hyaloronidase Spermatozoa Mencit melalui Uji Fertilisasi In vitro. Dalam: Laporan Penelitian Ilmu Pengetahuan Dasar. Lembaga Penelitian Universitas Airlangga. Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Surabaya
Setiawan, D.A. 2006. Efek Ekstrak Kulit Buah Citrus nobilis Lour Terhadap Angka Fertilitas. Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Surabaya.

Tringali, C. 2001. Bioactive Compound from Natural Sources. London: Taylor ann Francis Inc. 164-165
Wahjuni, R.S., dan Bijanti, R. 2006. Uji Efek Samping Formula Pakan Komplit Terhadap Fungsi Hati Dan Ginjal Pedet Sapi Friesian Holstein. J. Kedokteran Hewan Vol. 22 (3): 174 – 178